renungan harian Katolik
RSS icon Email icon Home icon
  • Senin, 1 Maret 2010

    Posted on February 28th, 2010 admin No comments

    Dan 9:4b-10
    Mzm 79:8-9,11,13
    Luk 6:36-38


    Murah hati

    Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati.
    -  Luk 6:36

    Saya terkenang pengalaman beberapa tahun lalu ketika mengunjungi putera saya yang saat itu melayani sebagai misionaris awam.  Setiap hari saya diajak ikut pelayanan ke tempat pembuangan sampah, dan pengalaman ini meninggalkan kenangan yang sangat mendalam bagi hidup saya.

    Saya ingat sekelompok ibu diminta untuk mensharingkan pengalaman Natal bersama keluarganya masing-masing.  Dan tiba giliran seorang ibu dengan tiga anak yang masih kecil-kecil bercerita.  Suaminya tidak pulang pada malam Natal, bahkan sampai berhari-hari.  Ia pun terpaksa pergi ke pabrik untuk mencuci botol agar bisa mendapat upah, dan anaknya pergi memilah sampah sebagai upahan harian.  Dengan demikian mereka dapat bertahan hidup dan bisa makan pada hari Natal itu.  Ketika suaminya pulang, ia malah dalam keadaan mabuk dan marah-marah terhadap seisi rumah.  Ibu itu hanya berkata, “Bukan hak saya untuk menghakimi suami saya, tapi itu adalah hak dari Sang Hakim Agung yang akan mengadili dia dengan lebih adil.”

    Sejenak saya tertegun.  Betapa murah hatinya ibu ini pada suaminya yang sudah mengabaikannya.  Ketabahan hati yang luar biasa.  Saya merasa bangga boleh mendengar kesaksian hidup dalam kesederhanaan namun memberikan praktek hidup yang nyata.  (Lid)

    Tuhan, ajar saya untuk terus bersabar menghadapi hal-hal yang tidak adil di sekitar saya.

    ———

    36    Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati.”
    37    ”Janganlah kamu menghakimi, maka kamu pun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamu pun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni.
    38    Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.”

  • Minggu, 28 Februari 2010

    Posted on February 27th, 2010 admin No comments

    Kej 15:5-12,17-18
    Mzm 27:1,7-9,13-14
    Flp 3:17-4:1
    Luk 9:28b-36


    Banyak Jalan ke Roma

    Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga…  -  Flp 3:20-21

    Peristiwa Yesus berubah penampilan tidak dialami oleh semua rasul, melainkan hanya oleh tiga orang rasul yang diajakNya naik ke atas Gunung Tabor.  Kepada setiap orang, Tuhan mempunyai cara khusus untuk menunjukkan kemulian-Nya.  Ketika orang mengalami kemuliaan Tuhan, akibatnya sungguh luar biasa.  Hidup mereka mengalami perubahan besar yang nyata dan terlihat oleh orang lain.  Yesus selalu menanti setiap kita di atas puncak.  Hanya ada satu puncak Gunung Tabor, tetapi jalan menuju ke puncaknya bisa banyak dan terbuka bagi semua orang.  Hanya ada satu cara untuk mengalami kemuliaan Tuhan, yaitu mendekat kepadaNya.  Dan untuk mendekat kepadaNya, ada berbagai macam cara.

    Bahasa Alkitab selalu menggunakan kalimat “naik ke atas puncak” sebagai perbuatan untuk berdoa.  Ketika kita berdoa, semakin dalam relasi kita dengan Yesus, semakin kita masuk dalam kemuliaanNya.  Ada orang yang mengalami Tuhan secara istimewa seperti Abraham.  Ada yang seperti Paulus yaitu ketika kita tersesat jauh, Tuhan tiba-tiba datang menyentuh kehidupan kita.  Ada yang melalui jalan penderitaan, seperti penyakit.  Ada yang menjadi mengenal Tuhan karena disembuhkan secara ajaib.  Tetapi ada juga yang menjadi dekat sekali dengan Tuhan justru melalui sakit yang tidak tersembuhkan.  Cara tidaklah sama, tetapi yang sama yang diminta oleh Yesus ialah: Apakah hidup kita diubahkan oleh perjumpaan kita dengan Yesus tersebut, dan apakah iman kita menjadi lebih teguh untuk bersikap bagi Yesus?  (Pt)

    Apakah saya rindu untuk melihat kemuliaan Tuhan dalam hidup saya
    dan pada akhir kehidupan saya?

    —————–

    28    Kira-kira delapan hari sesudah segala pengajaran itu, Yesus membawa Petrus, Yohanes dan Yakobus, lalu naik ke atas gunung untuk berdoa.
    29    Ketika Ia sedang berdoa, rupa wajah-Nya berubah dan pakaian-Nya menjadi putih berkilau-kilauan.
    30    Dan tampaklah dua orang berbicara dengan Dia, yaitu Musa dan Elia.
    31    Keduanya menampakkan diri dalam kemuliaan dan berbicara tentang tujuan kepergian-Nya yang akan digenapi-Nya di Yerusalem.
    32    Sementara itu Petrus dan teman-temannya telah tertidur dan ketika mereka terbangun mereka melihat Yesus dalam kemuliaan-Nya: dan kedua orang yang berdiri di dekat-Nya itu.
    33    Dan ketika kedua orang itu hendak meninggalkan Yesus, Petrus berkata kepada-Nya: ”Guru, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Baiklah kami dirikan sekarang tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia.” Tetapi Petrus tidak tahu apa yang dikatakannya itu.
    34    Sementara ia berkata demikian, datanglah awan menaungi mereka. Dan ketika mereka masuk ke dalam awan itu, takutlah mereka.
    35    Maka terdengarlah suara dari dalam awan itu, yang berkata: ”Inilah Anak-Ku yang Kupilih, dengarkanlah Dia.”
    36    Ketika suara itu terdengar, nampaklah Yesus tinggal seorang diri. Dan murid-murid itu merahasiakannya, dan pada masa itu mereka tidak menceriterakan kepada siapa pun apa yang telah mereka lihat itu.

  • Sabtu, 27 Februari 2010

    Posted on February 26th, 2010 admin No comments

    Ul 26:16-19
    Mzm 119:1-2,4-5,7-8
    Mat 5:43-48

    Menjadi Sempurna

    Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.  -  Mat 5:48

    Perintah di atas kedengaran begitu berat bagi saya.  Bagaimana saya, seorang manusia lemah dan terbatas, bisa sama seperti Bapa di surga.  Saya yakin saya tidak akan bisa sempurna sampai akhir hidup saya.
    Apakah yang sebenarnya diperintahkan Yesus?  Apakah Yesus sungguh-sungguh meminta kita menjadi sama seperti Bapa di Surga?

    Jawabannya: Ya!  Bapa itu berbelas kasih. Kita, anak-anaknya diminta
    bersikap seperti Bapa yakni memiliki sikap: berbelas kasih. Berbela rasa dan berbelas kasih adalah ujud dari Kasih.  “Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.  Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.” (Ayat 44 – 45)

    Yesus tidak meminta kita untuk menjadi sempurna dalam segala aspek hidup kita (dia tahu kita tidak akan bisa mencapainya…), namun Yesus meminta kita untuk sempurna dalam kasih, khususnya dalam berbelas kasih kepada sesama.  Yesus sendiri memberi contoh kepada kita bagaimana menjadi sempurna dalam mengasihi meraka yang tidak bersahabat kepada kita.  Dia sendiri melakukan perintahNya: “Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.“
    Seumur hidup kita, inilah yang menjadi usaha kita…untuk menjadi sempurna dalam kasih.  (Jo)

    Maukah saya berusaha menjadi sempurna dalam kasih?

    ————————-

    43    Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.
    44    Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.
    45    Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.
    46    Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian?
    47    Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allah pun berbuat demikian?
    48    Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.”

  • Jumat, 26 Februari 2010

    Posted on February 25th, 2010 admin No comments

    Yeh 18:21-28
    Mzm 130:1-8
    Mat 5:20-26


    Munafik

    …tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah
    berdamai dahulu dengan saudaramu,  lalu kembali
    untuk mempersembahkan persembahanmu itu.  -  Mat 5:24

    Ketika kuliah dulu, saya pernah membenci sahabat saya.  Alasannya sederhana saja, karena saya iri terhadapnya.  Akibatnya, setiap bertemu, saya lebih suka memalingkan muka daripada bertegur sapa.

    Pada masa itu, setiap berdoa saya tidak bisa merasakan hadirat Tuhan.  Saat pelayanan, hati saya tidak damai.  Puji Tuhan, saya disadarkan lewat firman Tuhan hari ini. Ia saya hadirkan dalam doa. Saya meminta maaf kepadanya. Karena  Tuhan menyadarkan saya, ketika saya datang dalam hadiratNya, memang hendaknya saya terlebih dulu melepaskan semua belenggu di hati saya, dan minta ampun atas semua dosa dan kesalahan dan juga mengampuni teman-teman saya yang nyakiti hati saya.  Begitu saya melakukan itu semua, saya kembali bisa merasakan hadirat Tuhan.

    Teman, mari kita belajar melepaskan pengampunan sebelum datang dalam hadiratNya.  (Art)

    Sudahkah saya mohon ampun, sebelum datang dalam hadiratNya?

    —————

    20    Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
    21    Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum.
    22    Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala.
    23    Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau,
    24    tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.
    25    Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama dengan dia di tengah jalan, supaya lawanmu itu jangan menyerahkan engkau kepada hakim dan hakim itu menyerahkan engkau kepada pembantunya dan engkau dilemparkan ke dalam penjara.
    26    Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas.

  • Kamis, 25 Februari 2010

    Posted on February 24th, 2010 admin No comments

    Est 4:10a,10c-12,17-19
    Mzm 138:1-3,7c-8
    Mat 7:7-12

    Ya, Tuhan!

    Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan
    mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.  –  Mat 7:7-8

    Dengan derai air mata seorang teman menceritakan kesu-sahan keluarganya.  Intinya, ia mempertanyakan penyertaan Tuhan dan jawaban doa yang tak kunjung ia terima.

    Ketika kita sedang menghadapi masalah, yang umum terjadi adalah:
    Kita lebih berfokus pada masalah daripada kepada Tuhan.
    Kita lebih memaksakan kehendak sendiri.
    Kita tidak sabar menunggu jawaban doa.
    Kita ragu apakah Tuhan mau mengabulkan doa kita dan terkadang kita merasa tidak layak karena dosa kita.

    Sebenarnya masa penantian itu merupakan masa pembentukan kita.  Dulu, mungkin banyak permintaan kita dikabulkan, bahkan lebih dari yang kita minta agar kita tahu bahwa Tuhan sangat mengasihi kita.  Dengan berjalannya waktu Tuhan akan mendidik kita agar bertanggungjawab dan menjadi dewasa dengan memiliki karakter ilahi.  Ketika permohonan doa belum dijawab, kita belajar bersabar dan tetap percaya bahwa Tuhan tahu dan mengerti kebutuhan kita.

    Banyak peristiwa di dunia ini yang tidak kita mengerti.  Namun satu hal yang harus kita jaga adalah jangan sampai kita kehilangan pengharapan sebab kita tahu Tuhanlah sumber pengharapan, damai sejahtera, dan sukacita yang memenuhi hidup kita.  (Sur)

    Apakah saya yakin Tuhan lebih mengerti kebutuhan hidup saya?

    —————-

    7    ”Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.
    8    Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.
    9    Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti,
    10    atau memberi ular, jika ia meminta ikan?
    11    Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya.”
    12    ”Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.

  • Rabu, 24 Februari 2010

    Posted on February 23rd, 2010 admin No comments

    Yun 3:1-10
    Mzm 51:3-4,12-13,18-19
    Luk 11:29-32


    Yunus

    Ketika Allah melihat…mereka berbalik dari tingkah lakunya yang jahat,
    maka menyesallah Allah …  -  Yun 3:1

    Yunus dipilih Tuhan untuk mengumumkan kehancuran Niniwe, tapi ia tidak melakukan apa yang Tuhan mau.  Setelah mengalami musibah, Yunus menyesali perbuatannya dan Tuhan mengampuninya.  Di Niniwe Yunus menyerukan pertobatan, dan apa yang dilakukannya membuahkan hasil.  Penduduk kota Niniwe bertobat dan Tuhan tidak jadi menghancurkan kota itu.

    Ada seorang pastor  yang bercerita ketika ia masih di seminari ia adalah seorang trouble maker (pembuat masalah).  Pastor Pamong Seminari sudah angkat tangan dalam menghadapinya.  Semua yang dilakukannya  bertentangan dengan peraturan.  Hingga suatu hari seminaris ini kabur dari seminari dan kembali ke rumahnya.  Ia ingin mengatakan pada orang tuanya bahwa seminari bukan tempat untuknya.  Sesampainya di rumah, hari sudah malam.  Ia  mengintip dari jendela untuk melihat situasi dalam rumah.  Dan ia melihat kedua orang tua-nya sedang berdoa untuk dirinya.  Sejak saat itu ia berubah.  Ia kembali ke seminari dan menyadari akan panggilan hidupnya untuk menjadi seorang imam.  Dan kemudian sewaktu menjadi pastor, ia  menjadi berkat bagi umatnya.

    Mungkin banyak dari kita yang seringkali lari dari panggilan Tuhan.  Namun apabila kita mau bertobat dan berbalik kembali kepada Tuhan, maka Tuhan bisa memakai kita untuk memenangkan banyak jiwa demi kemuliaanNya.  (Dn)

    Apakah saya sudah memberikan diri untuk dipakai Tuhan?

    ————-

    Yun 3 : 1 -10

    1    Datanglah firman TUHAN kepada Yunus untuk kedua kalinya, demikian:
    2    ”Bangunlah, pergilah ke Niniwe, kota yang besar itu, dan sampaikanlah kepadanya seruan yang Kufirmankan kepadamu.”
    3    Bersiaplah Yunus, lalu pergi ke Niniwe, sesuai dengan firman Allah. Niniwe adalah sebuah kota yang mengagumkan besarnya, tiga hari perjalanan luasnya.
    4    Mulailah Yunus masuk ke dalam kota itu sehari perjalanan jauhnya, lalu berseru: ”Empat puluh hari lagi, maka Niniwe akan ditunggangbalikkan.”
    5    Orang Niniwe percaya kepada Allah, lalu mereka mengumumkan puasa dan mereka, baik orang dewasa maupun anak-anak, mengenakan kain kabung.
    6    Setelah sampai kabar itu kepada raja kota Niniwe, turunlah ia dari singgasananya, ditanggalkannya jubahnya, diselubungkannya kain kabung, lalu duduklah ia di abu.
    7    Lalu atas perintah raja dan para pembesarnya orang memaklumkan dan mengatakan di Niniwe demikian: ”Manusia dan ternak, lembu sapi dan kambing domba tidak boleh makan apa-apa, tidak boleh makan rumput dan tidak boleh minum air.
    8    Haruslah semuanya, manusia dan ternak, berselubung kain kabung dan berseru dengan keras kepada Allah serta haruslah masing-masing berbalik dari tingkah lakunya yang jahat dan dari kekerasan yang dilakukannya.
    9    Siapa tahu, mungkin Allah akan berbalik dan menyesal serta berpaling dari murka-Nya yang bernyala-nyala itu, sehingga kita tidak binasa.”
    10    Ketika Allah melihat perbuatan mereka itu, yakni bagaimana mereka berbalik dari tingkah lakunya yang jahat, maka menyesallah Allah karena malapetaka yang telah dirancangkan-Nya terhadap mereka, dan Ia pun tidak jadi melakukannya.

  • Selasa, 23 Februari 2010

    Posted on February 22nd, 2010 admin No comments

    Yes 55:10-11
    Mzm 34:4-7,16-19
    Mat 6:7-15


    Doa

    Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah.  -  Mat 6:7

    Setiap saya terlambat bangun, maka saat pagi hari mejadi terlalu singkat bagi saya untuk melakukan hal-hal yang seharusnya saya lakukan pada pagi hari.  Segala sesuatu saya lakukan dengan tergesa-gesa.  Bahkan ada beberapa hal yang harus saya abaikan karena waktu yang tidak memungkinkan untuk saya lakukan.  Dan salah satu kebiasaan ketika terlambat bangun adalah berdoa bak kereta api.  Seperti se-orang gangster yang menembakkan peluru tanpa henti.

    Bacaan hari ini menyadarkan dan mengingatkan saya kembali untuk memiliki waktu bersama Tuhan.  Bukan untuk bertele-tele, akan tetapi untuk membangun relasi yang intim dengan Tuhan.  Saya membutuhkan waktu yang lebih banyak untuk bisa mengenalNya dengan baik.  Saya perlu mengatur waktu untuk bisa bersekutu denganNya. Kita butuh bersyukur dan memujiNya.  Dan saya rasa waktu yang harus saya sisihkan adalah waktu yang terbaik, tanpa ketergesa-gesaan.  Sama seperti saya membuat sebuah janji penting, sebuah janji untuk berada bersamaNya dengan nyaman.

    Mungkin, ini saat yang tepat bagi kita untuk kembali men-set waktu terbaik kita bagi Dia.  (An)

    Sudahkah saya memberikan waktu yang terbaik padaNya?

    ———————————

    7    Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan.
    8    Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya.
    9    Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu,
    10    datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
    11    Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya
    12    dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;
    13    dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. [Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.]
    14    Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga.
    15    Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.”

  • Senin, 22 Februari 2010

    Posted on February 22nd, 2010 admin No comments

    Pesta Takhta St. Petrus

    1Ptr 5:1-4
    Mzm 23:1-6
    Mat 16:13-19


    Tak Ada Ruginya Berbuat Baik

    Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang
    kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.  -  Mat 16:19

    Saya dan beberapa panitia retret pernah mencari dana dengan mengamen di salah satu pusat makanan di Jakarta Utara.  Kami berdiri di pinggir jalan, di depan sebuah restoran.  Mulai dari jam 7 malam kami bernyanyi, bertepuk tangan, tersenyum, dan tak lupa mengucapkan terima kasih pada orang yang memberi pada kami.  Kegiatan yang cukup menyenangkan sebenarnya, tapi berdiri dan bernyanyi tanpa henti selama tiga jam ternyata membuat kami kelelahan.  Waktu mendekati pukul sepuluh saat kami memutuskan untuk menyudahi pencarian dana malam itu.  Lelah, lapar, dan haus.  Tapi sudah terlalu malam bagi kami untuk mencari makan malam.  Akhirnya kami memutuskan untuk langsung pulang.

    Kami sedang bersiap untuk meninggalkan tempat tersebut ketika wanita muda pemilik restoran menghampiri kami. Dia berkata, “Jangan pulang dulu…masuk yuk!  Saya sudah siapkan makanan untuk kalian.”  Wajah kami langsung berseri.  Kami masuk ke restorannya lalu menikmati makanan sambil ditemani wanita tersebut.  Kami tak hentinya berterima kasih atas kebaikan wanita tersebut.  Dia telah begitu baik.  Kami semua dapat merasakan ketulusan hatinya.  Sudah tak keberatan kami ber-nyanyi di depan restorannya, malah dia menjamu kami.

    Saya belajar dari pemilik restoran tersebut.  Melakukan kebaik-an tak akan pernah rugi.  Mungkin sampai saat ini saya dan teman-teman tak dapat membalas kebaikan wanita itu.  Tapi saya percaya apa yang telah ia lakukan saat itu telah memberkatinya.  Kebaikan hatinya akan dibalas berkali-kali lipat oleh Tuhan.  (Ve)

    Jangan pernah berhenti untuk berbuat baik sepanjang hidup.

    ————————-

    13    Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: ”Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?”
    14    Jawab mereka: ”Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi.”
    15    Lalu Yesus bertanya kepada mereka: ”Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?”
    16    Maka jawab Simon Petrus: ”Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!”
    17    Kata Yesus kepadanya: ”Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.
    18    Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.
    19    Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.”

  • Sabtu, 20 Februari 2010

    Posted on February 19th, 2010 admin No comments

    Yes 58:9b-14
    Mzm 86:1-6
    Luk 5:27-32


    Gereja yang merasul

    Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa,
    supaya mereka bertobat.  -  Luk 5:32

    Salah satu kegemaran saya adalah mengunjungi gereja-gereja.  Baik di Indonesia, maupun di luar negeri apabila kebetulan mendapat tugas kantor.  Pilar-pilar yang gagah menyangga langit-langit, bentuk mozaiknya.  Dan karena saya seorang pemusik, tentu saja organ dan tempat paduan suara menjadi daya tarik tersendiri bagi saya.

    Dua tahun lalu saya sempat dikirim perusahaan ke belahan bumi Eropa.  Dengan sukacita saya mendatangi gereja-gereja terkenal di sana, di antaranya Notre Damme Cathedral.  Takjub rasanya melihat keindahan dan kemegahan gereja ini.  Namun rasa itu hilang ketika saya banyak mendengar bahwa kebanyakan gereja indah di sana dijadikan museum dan gedung konser.  Sedikit sekali kaum muda sekarang yang merayakan misa di sana.  Yang masih rajin ke gereja hanya kaum tua.  Ruang pengakuan sangat sepi.  Hati saya miris mengingat begitu banyak umat di belahan dunia lain yang sembunyi-sembunyi, bahkan harus mengorbankan nyawa untuk merayakan Ekaristi bersama karena kekejaman suatu rezim.

    Dulu mungkin ada anggapan gereja harus dibangun secara istimewa karena dipandang sebagai rumah Tuhan.  Namun perkembangan jaman menyatakan bukan saatnya lagi Gereja menunggu orang-orang datang.  Melainkan Gerejalah yang harus mendatangi mereka yang terhilang dan membutuhkan.  Kita ingat Yesus tidak menunggu Lewi mengundangnya makan, tapi Dialah yang menawarkan diri.

    Marilah menjadi Gereja yang merasul, karena Tuhan menunggu kita untuk menjadi saluran berkatNya.  (Lie)

    Apa yang sudah saya lakukan untuk mengantar para “Lewi”
    di sekitar saya untuk berjumpa dengan Tuhan?

    —————–
    Luk 5 : 27 - 32

    27    Kemudian, ketika Yesus pergi ke luar, Ia melihat seorang pemungut cukai, yang bernama Lewi, sedang duduk di rumah cukai. Yesus berkata kepadanya: ”Ikutlah Aku!”
    28    Maka berdirilah Lewi dan meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Dia.
    29    Dan Lewi mengadakan suatu perjamuan besar untuk Dia di rumahnya dan sejumlah besar pemungut cukai dan orang-orang lain turut makan bersama-sama dengan Dia.
    30    Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat bersungut-sungut kepada murid-murid Yesus, katanya: ”Mengapa kamu makan dan minum bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?”
    31    Lalu jawab Yesus kepada mereka, kata-Nya: ”Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit;
    32    Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat.”

  • Jumat, 19 Februari 2010

    Posted on February 18th, 2010 admin No comments

    Yes 58:1-9a
    Mzm 51:3-6a,18-19
    Mat 9:14-15

    Berpuasa

    Bukan! Berpuasa yang Kukehendaki, ialah supaya engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman, dan melepaskan tali-tali kuk, supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya dan mematahkan setiap kuk… -  Yes 58:6

    Masa Puasa sudah dua hari berjalan. Saya ingat suatu peristiwa. Beberapa waktu lalu saya bertemu seorang sahabat.  Topik perbincangan kami kala itu seputar tentang puasa karena kebetulan kita sudah memasuki masa Prapaska.  Dengan nada setengah bercanda, sahabat saya mengatakan kalau puasa makan kenyang satu kali sudah dilakukannya hampir setiap hari…karena keterbatasan penghasilannya.

    Seringkali kita kurang memahami arti puasa yang sebenarnya.  Kita sering terkecoh dengan istilah ‘makan kenyang satu kali’, sehingga kita hanya berfokus pada soal membatasi diri dalam hal makan. Memang banyak dari umat kita pola makan mereka tiak seperti kita, kita dapat tiga kali makan sampai kenyang tiap hari. Dan mereka ? Memang mereka sudah puasa di luar Masa Prapaskan, tetapi   puasa yang sesungguhnya lebih berarti bahwa kita perlu membuka dan melepaskan belenggu-belenggu kesombongan, serta melepaskan diri dari keterikatan-keterikatan terhadap dosa tertentu.

    Berapa sering kita lebih mementingkan pergi ke mall-mall atau super-market dsb dsb atau lebih memilih untuk menikmati acara TV kesayangan daripada harus pergi ke perayaan Ekaristi atau kegiatan rohani lainnya.  Berapa banyak kali kita mendahulukan kesenangan pribadi daripada melakukan apa yang Tuhan kehendaki.

    Semoga dalam masa Puasa kali ini kita bisa lebih merenungkan pertanyaan, “Apa yang Tuhan kehendaki dariku?” “Puasa macam apa yang bisa juga bermanfaat bagi sesame kita?” (Au)

    Ya Yesus, berikan kekuatan bagiku dalam menjalani masa Puasa ini serta anugerahkanlah hikmatMu agar aku tahu apa yang Engkau kehendaki dariku.

    —————————–
    Yes 58: 1- 9

    1    Serukanlah kuat-kuat, janganlah tahan-tahan! Nyaringkanlah suaramu bagaikan sangkakala, beritahukanlah kepada umat-Ku pelanggaran mereka dan kepada kaum keturunan Yakub dosa mereka!
    2    Memang setiap hari mereka mencari Aku dan suka untuk mengenal segala jalan-Ku. Seperti bangsa yang melakukan yang benar dan yang tidak meninggalkan hukum Allahnya mereka menanyakan Aku tentang hukum-hukum yang benar, mereka suka mendekat menghadap Allah, tanyanya:
    3    ”Mengapa kami berpuasa dan Engkau tidak memperhatikannya juga? Mengapa kami merendahkan diri dan Engkau tidak mengindahkannya juga?” Sesungguhnya, pada hari puasamu engkau masih tetap mengurus urusanmu, dan kamu mendesak-desak semua buruhmu.
    4    Sesungguhnya, kamu berpuasa sambil berbantah dan berkelahi serta memukul dengan tinju dengan tidak semena-mena. Dengan caramu berpuasa seperti sekarang ini suaramu tidak akan didengar di tempat tinggi.
    5    Sungguh-sungguh inikah berpuasa yang Kukehendaki, dan mengadakan hari merendahkan diri, jika engkau menundukkan kepala seperti gelagah dan membentangkan kain karung dan abu sebagai lapik tidur? Sungguh-sungguh itukah yang kausebutkan berpuasa, mengadakan hari yang berkenan pada TUHAN?
    6    Bukan! Berpuasa yang Kukehendaki, ialah supaya engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman, dan melepaskan tali-tali kuk, supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya dan mematahkan setiap kuk,
    7    supaya engkau memecah-mecah rotimu bagi orang yang lapar dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tak punya rumah, dan apabila engkau melihat orang telanjang, supaya engkau memberi dia pakaian dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri!
    8    Pada waktu itulah terangmu akan merekah seperti fajar dan lukamu akan pulih dengan segera; kebenaran menjadi barisan depanmu dan kemuliaan TUHAN barisan belakangmu.
    9    Pada waktu itulah engkau akan memanggil dan TUHAN akan menjawab, engkau akan berteriak minta tolong dan Ia akan berkata: Ini Aku! Apabila engkau tidak lagi mengenakan kuk kepada sesamamu dan tidak lagi menunjuk-nunjuk orang dengan jari dan memfitnah,