-
Kamis, 4 Maret 2010
Posted on March 3rd, 2010 No commentsYer 17:5-10
Mzm 1:1-4,6
Luk 16:19-31Berserah
…mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang
yang bangkit dari antara orang mati. - Luk 16:31Berserah adalah hal yang mudah dikatakan tapi susah dilakukan. Apalagi bila menyangkut sesuatu yang sangat kita inginkan. Kita sering dibutakan oleh akal rasional atau emosi kita untuk terus mengejar dan mendapatkannya. Kita berjuang mati-matian dan lupa kalau sebetulnya kita harus berserah. Misalnya kita mengejar orang yang kita sukai dengan segala cara, sampai akhirnya kita lupa berdoa agar Tuhan memberikan yang terbaik.
Saking letihnya berusaha, kita jatuh dalam keputus-asaan. Baru kemudian kita berserah kepada Tuhan. Repotnya lagi, dalam penyerahan itu kita berharap terjadi mukzijat, yang datang untuk mewujudkan keinginan kita. Sebagai manusia, seringkali kita mengharapkan sesuatu yang supernatural. Tidak heran acara sulap mendapat rating tertinggi di TV beberapa bulan yang lalu.
Hal yang sama terjadi seperti orang kaya dalam Injil hari ini. Ia tahu para nabi sudah memperingatkan pertobatan, tetapi ia dan saudara-saudaranya menutup telinga. Akhirnya di tengah keputus-asaannya, dia meminta mukjizat agar Lazarus kembali ke dunia untuk memperingatkan saudara-saudaranya. Dia percaya bahwa kedatangan Lazarus yang supernatural akan membuat mereka mendengar.Berserah seharusnya tidak dilakukan di akhir usaha, tetapi dilakukan dari awal. Sejak timbul masalah atau keinginan, sudah seharusnya kita menyerahkannya kepada Tuhan. Tidak selayaknya kita mengharapkan mukjizat datang untuk memenuhi keinginan pribadi. Karena Dia tahu yang terbaik yang kita butuhkan, bukan yang terbaik yang kita inginkan. (Ch)
Kapan kita mulai berserah dalam setiap masalah?
———————
19 ”Ada seorang kaya yang selalu berpakaian jubah ungu dan kain halus, dan setiap hari ia bersukaria dalam kemewahan.
20 Dan ada seorang pengemis bernama Lazarus, badannya penuh dengan borok, berbaring dekat pintu rumah orang kaya itu,
21 dan ingin menghilangkan laparnya dengan apa yang jatuh dari meja orang kaya itu. Malahan anjing-anjing datang dan menjilat boroknya.
22 Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham.
23 Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Dan sementara ia menderita sengsara di alam maut ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan Lazarus duduk di pangkuannya.
24 Lalu ia berseru, katanya: Bapa Abraham, kasihanilah aku. Suruhlah Lazarus, supaya ia mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahku, sebab aku sangat kesakitan dalam nyala api ini.
25 Tetapi Abraham berkata: Anak, ingatlah, bahwa engkau telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk. Sekarang ia mendapat hiburan dan engkau sangat menderita.
26 Selain dari pada itu di antara kami dan engkau terbentang jurang yang tak terseberangi, supaya mereka yang mau pergi dari sini kepadamu ataupun mereka yang mau datang dari situ kepada kami tidak dapat menyeberang.
27 Kata orang itu: Kalau demikian, aku minta kepadamu, bapa, supaya engkau menyuruh dia ke rumah ayahku,
28 sebab masih ada lima orang saudaraku, supaya ia memperingati mereka dengan sungguh-sungguh, agar mereka jangan masuk kelak ke dalam tempat penderitaan ini.
29 Tetapi kata Abraham: Ada pada mereka kesaksian Musa dan para nabi; baiklah mereka mendengarkan kesaksian itu.
30 Jawab orang itu: Tidak, Bapa Abraham, tetapi jika ada seorang yang datang dari antara orang mati kepada mereka, mereka akan bertobat.
31 Kata Abraham kepadanya: Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati.”








