renungan harian Katolik
RSS icon Email icon Home icon
  • Rabu, 10 Maret 2010

    Posted on March 10th, 2010 admin No comments

    Ul 4:1,5-9
    Mzm 147:12-13,15-16,19-20
    Mat 5:17-19

    I have a big god!

    Sebab bangsa besar manakah yang mempunyai allah yang demikian dekat kepadanya seperti TUHAN, Allah kita, setiap kali kita memanggil kepadaNya?  -  Ul 4:7

    Beberapa waktu lalu seorang teman baru saja putus cinta.  Setelah menjalin hubungan bertahun-tahun, tiba-tiba pacarnya meninggalkannya karena dirasa tidak ada lagi kecocokan.  Sebagai sesama wanita, saya memahami bagaimana sakit yang dirasakan teman saya.  Berhari-hari dia dirundung kesedihan.  Tidak mau makan, datang ke kantor dengan pikiran kosong, air mata mudah sekali menetes, dan yang paling parah dia menjadi sangat putus asa hingga keluar kata-kata ‘lebih baik bunuh diri saja’.  Saya terkejut saat dia berulang kali berkata demikian.  Sebegitu mudahnyakah mengakhiri kehidupan?  Apakah patah hati membuat orang menjadi tak mampu lagi menghargai hidup atau mensyukuri segala berkat yang telah Tuhan berikan?  Apakah patah hati menjadi masalah yang paling berat di dunia ini?

    Kemudian perlahan saya mencoba menyadarkannya bahwa seharusnya dia tidak putus asa seperti itu.  Saya katakan padanya, “Masalah yang begitu besar boleh datang dalam kehidupan kita.  Tapi kita memiliki Tuhan yang jauh lebih besar, yang akan membantu kita menghadapi masalah tersebut.  Jangan pernah menyerah!”

    Teman, masalah akan terus datang silih berganti.  Yang perlu kita lakukan adalah berjuang menghadapi masalah tersebut sambil terus percaya bahwa kita memiliki Tuhan yang tak pernah jauh dari kita.  Bila saat ini kita sedang menghadapi masalah berat, jangan pernah menyerah.  Harapan akan selalu ada di dalam Dia.  (Ve)

    Apakah saya mengandalkan Tuhan dalam menghadapi masalah?

    ——————-
    Mat 5 : 17 - 19

    17    ”Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.
    18    Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.
    19    Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.