-
Jumat, 12 Maret 2010
Posted on March 11th, 2010 No commentsHos 14:2-10
Mzm 81:6c-11ab,14,17
Mrk 12:28b-34
Masihkah aku mengasihi?
Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. - Mrk 12:31Ketika mengajar di salah satu kelas, seorang murid menghampiri saya dan berkata, “Miss, tadi si A memukul saya…” Namun sebelum saya sempat merespon, seorang murid lain yang berdiri tak jauh dari kami dan mendengar ungkapan murid tadi secara spontan menjawab, “Kata mamaku, kalau dipukul pukul balik!” Mimiknya menunjukkan kesungguhan dan keseriusan tingkat tinggi, begitu yakin kalau jawabannya adalah benar.
Hmm…itu salah satu kesulitan dan pergumulan yang saya alami dalam mengajar anak-anak ini tentang kasih, keperdulian, berbagi, memaafkan, dan semua topik yang berkaitan dengan semua itu. Cukup banyak anak-anak yang berespon seperti anak tersebut di atas. Dalam bentuk lain tentunya, tapi intinya sama. Entah di tempat lain, tapi anak-anak yang saya temui di sekolah ini cukup membuat saya terkejut dan prihatin dengan kenyataan seperti ini.
Betapa yang tertanam dalam benak anak-anak ini adalah bagaimana caranya untuk bisa menang dari yang lain, untuk selalu menjadi yang terbaik (apapun caranya), untuk lebih mementingkan diri sendiri. Jika benar kondisi ini yang sekarang mewabah di lingkungan kita, bahkan sejak anak-anak…lingkungan seperti apa yang akan terbangun bagi kita dan masa depan anak-anak kita?
Mari kita kembali pada ajaran Tuhan tentang mengasihi sesama sama seperti kita mengasihi diri sendiri. Bukankah masa depan yang akan terbangun akan jauh…jauh…lebih me-nyenangkan? (Jc)
Masihkah saya perduli akan orang-orang di sekeliling saya?———————–
Mrk 12: 28 - 3428 Lalu seorang ahli Taurat, yang mendengar Yesus dan orang-orang Saduki bersoal jawab dan tahu, bahwa Yesus memberi jawab yang tepat kepada orang-orang itu, datang kepada-Nya dan bertanya: ”Hukum manakah yang paling utama?”
29 Jawab Yesus: ”Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.
30 Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.
31 Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini.”
32 Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: ”Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia.
33 Memang mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih utama dari pada semua korban bakaran dan korban sembelihan.”
34 Yesus melihat, bagaimana bijaksananya jawab orang itu, dan Ia berkata kepadanya: ”Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!” Dan seorang pun tidak berani lagi menanyakan sesuatu kepada Yesus. -
Kamis, 11 Maret 2010
Posted on March 11th, 2010 No commentsYer 7:23-28
Mzm 95:1-2,6-9
Luk 11:14-23Believe & Trust
Dengarkanlah suara-Ku, maka Aku akan menjadi Allahmu dan kamu akan menjadi umat-Ku, dan ikutilah seluruh jalan yang Kuperintahkan kepadamu, supaya kamu berbahagia! - Yer 7:27
Salah satu ujian iman terberat adalah masalah penyakit dan keuangan. Banyak orang tidak berhasil keluar sebagai di atas segala penderitaannya. Papa saya yang sebelumnya sangat percaya bahwa Tuhan itu baik dan tidak ada sesuatu yang mustahil yang tidak dapat dilakukanNya. Namun belakangan ini imannya melemah. Hal ini saya ketahui dari keluhannya setiap saya menjenguknya, “Papa percaya Tuhan sangat mengasihi manusia. Tapi kenapa hidup Papa menderita seperti ini. Bertahun-tahun Pap berharap Tuhan menyembuhkan tungkai kaki Papa supaya dapat berjalan normal kembali. Namun sampai saat ini belum sembuh juga, bahkan semakin terasa sakitnya.”
Teman, kita sering lalai untuk menjaga pikiran, perasaan, dan kemauan kita ketika segala sesuatu berjalan baik. Akibatnya roh dan jiwa kita mengalami kekeringan rohani. Kondisi inilah yang ditunggangi si iblis yang selalu mencari cara untuk membunuh dan membinasakan iman kita, dengan membisikkan dusta bahwa Tuhanlah penyebab terjadinya segala penderitaan kita.
Terkadang rasanya sulit untuk mempercayai Tuhan. Karena percaya saja tidak cukup, jika tidak disertai dengan keyakinan. Cara untuk membangun keyakinan bahwa Tuhanlah satu-satunya pengharapan dan selalu setia adalah dengan memberi makan roh kita dengan firman Tuhan dan doa setiaphari. Dengan demikian hidup kita tidak mudah goyah ketika badai datang, karena kita yakin bahwa Tuhan beserta kita. (Sur)
Apakah saya selalu menyediakan waktu untuk berdoa dan membaca firman setiap hari?—————–
Luk 11: 14 - 2314 Pada suatu kali Yesus mengusir dari seorang suatu setan yang membisukan. Ketika setan itu keluar, orang bisu itu dapat berkata-kata. Maka heranlah orang banyak.
15 Tetapi ada di antara mereka yang berkata: ”Ia mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, penghulu setan.”
16 Ada pula yang meminta suatu tanda dari sorga kepada-Nya, untuk mencobai Dia.
17 Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata: ”Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa, dan setiap rumah tangga yang terpecah-pecah, pasti runtuh.
18 Jikalau Iblis itu juga terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri, bagaimanakah kerajaannya dapat bertahan? Sebab kamu berkata, bahwa Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul.
19 Jadi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, dengan kuasa apakah pengikut-pengikutmu mengusirnya? Sebab itu merekalah yang akan menjadi hakimmu.
20 Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu.
21 Apabila seorang yang kuat dan yang lengkap bersenjata menjaga rumahnya sendiri, maka amanlah segala miliknya.
22 Tetapi jika seorang yang lebih kuat dari padanya menyerang dan mengalahkannya, maka orang itu akan merampas perlengkapan senjata, yang diandalkannya, dan akan membagi-bagikan rampasannya.
23 Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan.”








