renungan harian Katolik
RSS icon Email icon Home icon
  • Selasa, 9 Februari 2010

    Posted on February 9th, 2010 admin No comments
    1Raj 8:22-23,27-30
    Mzm 84:3-5,10-11
    Mrk 7:1-13

    Adat istiadat

    Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia…
    - Mrk 7:8

    Suatu hari ketika sedang berbelanja di supermarket saya bertemu Ujang. Setelah berbasa-basi saya baru tahu kalau ia sedang disuruh beli tujuh macam buah untuk peringatan 40 hari meninggalnya ayah bosnya.

    Tanpa diminta, Ujang pun berkomentar, “Kok lucu ya…sebetulnya dalam misa itu kan kita mempersembahkan ujud doa memohon agar ayah bos dianugerahkan rahmat pengampunan oleh Tuhan. Tapi ini malah repot dengan urusan buah.” Ketika saya tanya mengapa harus tujuh macam buah, Ujang pun tersenyum dan menjawab. “Angka 7 itu kalau dalam adat Jawa artinya ‘ada yang dituju’. Jadi mungkin diharapkan agar yang dituju adalah Kerajaan Surga, dan bukan yang lainnya.”

    Adat istiadat bukanlah dosa. Bila adat istiadat dijalankan dan justru membantu penghayatan iman kita dalam konteks budaya kita serta tidak dimaksudkan untuk menggantikan perintah Tuhan adalah sah-sah saja. Masalah yang timbul adalah bila kita mulai menggantikan perintah Tuhan dengan adat istiadat kita sehingga menjadikannya sebagai berhala dalam hidup kita. Kita lebih percaya pada angka 7 daripada kemahakusaan Tuhan. Dengan demikian kita diharapkan untuk bijaksana di dalam mempraktekkan nilai-nilai adat agar tetap selaras dengan iman kekristenan kita.

    Mari kita mohon tuntunan Roh Kudus agar hati dan hidup kita tetap berfokus pada Tuhan dan perintah-perintahNya. (Au)

    Apakah adat istiadat menghalangi iman saya?

    ———————–

    1 Pada suatu kali serombongan orang Farisi dan beberapa ahli Taurat dari Yerusalem datang menemui Yesus.
    2 Mereka melihat, bahwa beberapa orang murid-Nya makan dengan tangan najis, yaitu dengan tangan yang tidak dibasuh.
    3 Sebab orang-orang Farisi seperti orang-orang Yahudi lainnya tidak makan kalau tidak melakukan pembasuhan tangan lebih dulu, karena mereka berpegang pada adat istiadat nenek moyang mereka;
    4 dan kalau pulang dari pasar mereka juga tidak makan kalau tidak lebih dahulu membersihkan dirinya. Banyak warisan lain lagi yang mereka pegang, umpamanya hal mencuci cawan, kendi dan perkakas-perkakas tembaga.
    5 Karena itu orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat itu bertanya kepada-Nya: ”Mengapa murid-murid-Mu tidak hidup menurut adat istiadat nenek moyang kita, tetapi makan dengan tangan najis?”
    6 Jawab-Nya kepada mereka: ”Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu, hai orang-orang munafik! Sebab ada tertulis: Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.
    7 Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia.
    8 Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia.”
    9 Yesus berkata pula kepada mereka: ”Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri.
    10 Karena Musa telah berkata: Hormatilah ayahmu dan ibumu! dan: Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya harus mati.
    11 Tetapi kamu berkata: Kalau seorang berkata kepada bapanya atau ibunya: Apa yang ada padaku, yang dapat digunakan untuk pemeliharaanmu, sudah digunakan untuk korban — yaitu persembahan kepada Allah –,
    12 maka kamu tidak membiarkannya lagi berbuat sesuatu pun untuk bapanya atau ibunya.
    13 Dengan demikian firman Allah kamu nyatakan tidak berlaku demi adat istiadat yang kamu ikuti itu. Dan banyak hal lain seperti itu yang kamu lakukan.”

    Leave a reply