define('DISABLE_WP_CRON', true); Rabu, 28 Juli 2010 @ Bahasa Kasih
renungan harian Katolik
RSS icon Email icon Home icon
  • Rabu, 28 Juli 2010

    Posted on July 28th, 2010 admin No comments

    Yer 15:10,16-21
    Mzm 59:2-5a,10-11,17-18
    Mat 13:44-46

    Hidup Demi Kristus

    Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang… Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh
    miliknya lalu membeli ladang itu.  -  Mat 13: 44

    Beberapa bulan lalu, seorang suster Putri Karmel yang sedang mengunjungi kota saya menceritakan perjalanan hidupnya.  Ia kuliah di Indonesia, tapi kemudian pindah dan menetap di Amerika.  Karirnya sukses, meskipun awalnya ia hanya menjadi resepsionis.  Namun ketika berusia 39, ia merasakan panggilan Tuhan untuk hidup membiara.  Saat ini, sudah lima tahun ia menjadi suster dan meninggalkan semua yang dimiliki dan diraihnya demi cintanya pada Kristus.

    Kita mungkin tidak seperti suster tersebut yang dipanggil untuk membiara.  Tapi kita juga dipanggil untuk meninggalkan hal-hal duniawi yang hanya bersifat sementara untuk hal-hal yang bersifat kekal.  Atau lebih tepatnya, menggunakan hal-hal yang ada di dunia untuk kemuliaanNya.

    Perjalanan hidup saya sebagai orang awam berbeda dengan suster tadi, tapi ketika saya menyadari tujuan saya hidup di dunia ini, hidup saya dipenuhi kegiatan dan nilai-nilai rohani.  Saya meninggalkan banyak hal duniawi yang saya sukai demi berpusat pada Kristus, mengikuti ajaran dan perintahNya.  Bagi saya, Dia adalah segalanya.  Dia menjadi prioritas pertama dalam hidup saya.  (Alw)

    Apakah Kristus sudah menempati urutan pertama dalam hidup saya?

    ————-
    44    ”Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu.
    45    Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah.
    46    Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, ia pun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu.”

    Leave a reply