Bahasa Kasih

renungan harian Katolik
RSS icon Email icon Home icon
  • Selasa, 17 Agustus 2010

    Posted on August 16th, 2010 admin No comments

    Hari Raya Kemerdekaan Republik Indonesia

    Sir 10:1-8
    Mzm 101:1a,2ac,3a,6-7
    1Ptr 2:13-17
    Mat 22:15-21

    Unlimited

    Hormatilah semua orang, kasihilah saudara – saudaramu,
    takutlah akan Allah, hormatilah raja! 1 Petrus 2:17

    Waduh…mengasihi orang yang berkarakter sulit susahnya minta ampun.  Saya sedang dididik Yesus dalam hal ini.  Tidak tanggung-tanggung, sampai menguras air mata berkali-kali.  Bahkan tak jarang emosi saya meledak sehingga menimbulkan segala macam rasa…dari marah, benci, hingga akhirnya keluar kata-kata kasar dari mulut saya.

    Semakin banyak teman, semakin banyak kita menghadapi bermacam karakter dan tingkah laku.  Ada yang jadi peri gosip, ada yang mengirim sms dengan kata-kata kasar, ada yang di depan manis di belakang menjelekkan.  Sering timbul pertanyaan dalam hati mengapa Yesus menghadirkan orang-orang seperti itu di sekeliling saya?

    Ternyata setelah saya mengalami hal itu berkali-kali, saya sadar bahwa Yesus mau mengajarkan saya untuk mengasihi mereka dengan “unlimited” (baca: tidak terbatas).  Pengajaran ini membuat saya jatuh bangun dan hal ini merupakan proses pembelajaran seumur hidup.

    Hari ini Yesus mengajarkan kita untuk mengasihi dengan tidak terbatas.  Saya jadi ingat akan sikap Yesus pada Thomas yang seringkali tidak percaya, kepada Petrus yang tiga kali menyangkalNya, bahkan kepada orang-orang yang telah menyalibkanNya.

    Teman, bersyukurlah kalau kita diingatkan untuk selalu me-ngasihi.  Mari kita belajar untuk mengasihi dengan lebih sungguh, dengan tidak terbatas.  Percayalah, Yesus sanggup memberi hati yang mengasihi kepada sesama tanpa batas.  (Art)

    Sudahkah saya mengasihi tanpa batas?

    ————

    15    Kemudian pergilah orang-orang Farisi; mereka berunding bagaimana mereka dapat menjerat Yesus dengan suatu pertanyaan.
    16    Mereka menyuruh murid-murid mereka bersama-sama orang-orang Herodian bertanya kepada-Nya: ”Guru, kami tahu, Engkau adalah seorang yang jujur dan dengan jujur mengajar jalan Allah dan Engkau tidak takut kepada siapa pun juga, sebab Engkau tidak mencari muka.
    17    Katakanlah kepada kami pendapat-Mu: Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?”
    18    Tetapi Yesus mengetahui kejahatan hati mereka itu lalu berkata: ”Mengapa kamu mencobai Aku, hai orang-orang munafik?
    19    Tunjukkanlah kepada-Ku mata uang untuk pajak itu.” Mereka membawa suatu dinar kepada-Nya.
    20    Maka Ia bertanya kepada mereka: ”Gambar dan tulisan siapakah ini?”
    21    Jawab mereka: ”Gambar dan tulisan Kaisar.” Lalu kata Yesus kepada mereka: ”Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.”

  • Sabtu, 14 Agustus 2010

    Posted on August 13th, 2010 admin No comments

    St. Maksimilianus Maria Kolbe

    Yeh 18:1-10,13b,30-32
    Mzm 51:12-15,18-19
    Mat 19:13-15

    Learn from Kids

    Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi
    mereka datang kepadaKu… - Mat 19:14

    Saya lebih sering mengikuti Ekaristi di sore hari, entah pada hari Sabtu atau Minggu. Bagi saya, hari libur adalah saat untuk bangun siang. Tapi kali ini saya harus mengerahkan niat untuk mengikuti misa di hari Minggu pagi. Awalnya cukup berat tapi saya kemudian bersyukur karena saya melihat pemandangan baru yang tak pernah saya dapatkan saat misa di sore hari.

    Sebelum menyambut Komuni, Romo meminta anak-anak untuk maju ke depan dan menerima berkat. Tak disangka, puluhan anak kecil berbaris rapi hingga ke pintu belakang gereja. Ada yang masih bayi dan digendong ibunya, balita yang digandeng ibunya, sampai anak yang telah bisa berjalan sendiri. Lucunya…

    Mereka menyilangkan kedua tangan di depan dada sebagai tanda mereka belum cukup umur untuk menerima Komuni. Sebuah pemandangan yang indah bagi saya. Wajah lugu mereka menggambarkan betapa mereka ingin segera tiba di depan dan memperoleh berkat. Di antara mereka ada yang celingak-celinguk tak mengerti untuk apa mereka berbaris dan menyilangkan tangan. Tapi saya tersadarkan oleh anak-anak itu. Mereka dengan sukacita menghampiri altar Tuhan untuk menerima berkat dari Romo. Saya merasa malu karena seringkali saya enggan ‘datang’ kepada Tuhan. Saya terlalu sibuk dengan kegiatan saya dan melupakan Dia. Firman Tuhan hari ini juga mengingatkan saya untuk terus menjadi seperti anak-anak Yesus yang selalu datang kepadaNya dengan penuh sukacita. (Ve)

    Apakah saya rajin ‘datang’ kepada Tuhan?

    ==========

    13 Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan mendoakan mereka; akan tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu.
    14 Tetapi Yesus berkata: ”Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga.”
    15 Lalu Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan kemudian Ia berangkat dari situ.

  • Kamis, 12 Agustus 2010

    Posted on August 11th, 2010 admin No comments

    Yeh 12:1-12
    Mzm 78:56-59,61-62
    Mat 18:21-19:1

    Double Standard

    Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga
    ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya.  -  Mat 18:27

    Dari pengalaman saya memarahi anak, saya belajar bahwa ada satu reaksi yang ditunjukkannya dari dua kemingkinan ini.  Kemungkinan pertama adalah tatapan mata anak saya yang menunjukkan penyesalannya bahwa ia telah berbuat salah.  Kemungkin-an kedua adalah tatapan matanya yang menunjukkan bahwa ia takut kepada saya.  Dari reaksinya saya belajar menguji kema-rahan saya, apakah saya sudah memarahinya dengan kasih untuk mengkoreksi dia, atau saya sudah memarahinya karena merasa otoritas saya telah dilanggar olehnya.  Ketika saya menemukan bahwa alasan kedua yang muncul, itu bisa membuat saya menangis dan meminta maaf kepadanya.  Saya tidak mau anak saya memiliki ketakutan kepada saya.

    Dari bacaan Injil di atas, seringkali yang menjadi fokus saya adalah hamba yang berutang kepada raja  tersebut.  Yesus sedang mengajari agar kita jangan menghakimi orang lain, justru setelah membaca perikop Injil ini, saya langsung menghakimi hamba tersebut bahwa ia tidak tahu diri.  Hati sang raja menggambarkan hati Allah Bapa.  Ia tidak ingin kita bertobat karena ketakutan kita padanya, melainkan karena kita mengasihiNya.

    Demikian juga kita, saat kita marah pada seseorang, apa yang kita harapkan?  Agar orang itu menyesal atau agar orang itu dihukum?  Kalau kita tidak bisa mengampuni lagi orang tersebut maka alasan kedua lah yang kita cari, yaitu kita ingin memenjarakan dan menguasai orang tersebut.  Maka Tuhan akan memperlakukan kita sesuai dengan standar kita.  (Pt)

    Apakah saya mengharapkan Allah bisa mengampuni saya terus-menerus, sedangkan saya tidak bisa mengampuni orang terus-menerus?

    —————-
    21    Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: ”Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?”
    22    Yesus berkata kepadanya: ”Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.
    23    Sebab hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya.
    24    Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta.
    25    Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isterinya dan segala miliknya untuk pembayar hutangnya.
    26    Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan.
    27    Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya.
    28    Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya: Bayar hutangmu!
    29    Maka sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya: Sabarlah dahulu, hutangku itu akan kulunaskan.
    30    Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai dilunaskannya hutangnya.
    31    Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka.
    32    Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya: Hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku.
    33    Bukankah engkau pun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau?
    34    Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya.
    35    Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu.”

  • Minggu, 9 Agustus 2010

    Posted on August 8th, 2010 admin No comments

    Yeh 1:2-5,24 - 2:1a
    Mzm 148:1-2,11-14
    Mat 17:22-27

    Miracle

    Dan ikan pertama yang kaupancing, tangkaplah dan bukalah mulutnya, maka engkau akan menemukan mata uang empat dirham di dalamnya.  -  Mat 17:27

    Suatu akhir pekan kami sekeluarga pergi ke sebuah mal.  Setibanya di sana saya meminta anak saya untuk berdoa supaya Yesus sediakan tempat parkir.  Seperti Anda ketahui pada akhir pekan ada banyak sekali pengunjung mal untuk makan ataupun berbelanja.  Seringkali kita terjebak lama karena mencari parkir, apalagi yang cukup dekat dengan pintu masuk.  Ketika saya meminta anak saya berdoa, saya hanya berpikir bahwa Yesus akan memberi  yang terbaik.  Dan coba Anda tebak…Dia selalu siapkan tempat yang terbaik, bahkan ketika istri saya marah-marah karena tempat parkir yang kita tunggu diserobot orang.  Dia selalu memberi yang terbaik, akhirnya kita malah dapat tempat yang dekat dengan pintu masuk.

    Teman, apapun keadaan Anda pada saat ini, tidaklah salah kalau Anda meluangkan waktu untuk berdoa supaya hikmat dan bim-bingan dari Yesus menyertai diri kita.  Mungkin kita sedang dipusingkan dengan masalah kantor, rumah atau dengan pasangan hidup, mari kita luangkan waktu untuk berdoa dan meminta kepada Yesus supaya Dia membimbing kita dan memberi yang terbaik.  Bukalah hati kita untuk bisa percaya bahwa Yesus akan memberi yang terbaik.  Sama seperti Petrus yang Yesus minta untuk pergi meman-cing, yang Yesus minta adalah percaya.  Ketika Petrus melakukan apa yang Yesus minta, tepat terjadi seperti apa yang Yesus katakan.

    Teman, kadang iman yang kita miliki bisa menembus sesuatu yang tidak mungkin, asal kita percaya.  Marilah kita kembali kepada Yesus dan bersandar sepenuhnya, bahwa Dia akan memberi yang terbaik kepada kita.  Seperti sebuah teks lagu yang manyatakan “There is a miracle when you believe”.  (An)

    Apakah  saya sudah bersandar dan mempercayai Tuhan Yesus?

    ———-

    22    Pada waktu Yesus dan murid-murid-Nya bersama-sama di Galilea, Ia berkata kepada mereka: ”Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia
    23    dan mereka akan membunuh Dia dan pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan.” Maka hati murid-murid-Nya itu pun sedih sekali.
    24    Ketika Yesus dan murid-murid-Nya tiba di Kapernaum datanglah pemungut bea Bait Allah kepada Petrus dan berkata: ”Apakah gurumu tidak membayar bea dua dirham itu?”
    25    Jawabnya: ”Memang membayar.” Dan ketika Petrus masuk rumah, Yesus mendahuluinya dengan pertanyaan: ”Apakah pendapatmu, Simon? Dari siapakah raja-raja dunia ini memungut bea dan pajak? Dari rakyatnya atau dari orang asing?”
    26    Jawab Petrus: ”Dari orang asing!” Maka kata Yesus kepadanya: ”Jadi bebaslah rakyatnya.
    27    Tetapi supaya jangan kita menjadi batu sandungan bagi mereka, pergilah memancing ke danau. Dan ikan pertama yang kaupancing, tangkaplah dan bukalah mulutnya, maka engkau akan menemukan mata uang empat dirham di dalamnya. Ambillah itu dan bayarkanlah kepada mereka, bagi-Ku dan bagimu juga.”

  • Kamis, 5 Agustus 2010

    Posted on August 4th, 2010 admin No comments

    Yer 31:31-34
    Mzm 51:12-15,18-19
    Mat 16:13-23

    Kunci Kerajaan Surga

    Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Surga.  -  Mat 16:19 a

    Ketika saya mengikuti seminar tentang bisnis multi-level-marketing, ada satu kalimat yang motivasi yang disampaikan, “Saya sudah memberikan kunci menuju sukses ini kepada Anda dan saya ingin Anda juga sukses seperti saya, pilihan ada di tangan Anda…”

    Kalimat tersebut mengingatkan saya akan ayat di atas.  Yesus telah memberikan kunci Kerajaan Surga kepada Petrus, dan kita yang mengaku sebagai muridNya apakah juga berani menerima kunci yang akan membawa kita menuju kehidupan kekal?

    Dalam bacaan pertama dijelaskan bahwa Tuhan menaruh TauratNya dalam batin kita yang sudah dipilihNya.  Masihkah kita meragukan kesetiaan Yesus dalam mencintai kita?  Ataukah kita menganggap Tuhan tidak perduli akan hidup kita?  Yesus yang telah menyerahkan diriNya dengan rela mati di salib untuk menebus dosa kita, tanganNya selalu terbuka bagi kita yang telah dipilihNya dengan menorehkan firmanNya dalam hati kita.

    Seandainya jalan yang kita tempuh telah menyimpang dari jalanNya, pintu kamar pengakuan selalu terbuka dan rahmat Sakramen Tobat selalu siap dicurahkanNya.  Jadilah saksi Kristus dan siap mengambil kunci yang telah diberikanNya.  (Au)

    Utuslah RohMu ya Tuhan untuk selalu menuntunku.

    ———————–

    13    Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: ”Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?”
    14    Jawab mereka: ”Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi.”
    15    Lalu Yesus bertanya kepada mereka: ”Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?”
    16    Maka jawab Simon Petrus: ”Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!”
    17    Kata Yesus kepadanya: ”Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.
    18    Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.
    19    Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.”
    20    Lalu Yesus melarang murid-murid-Nya supaya jangan memberitahukan kepada siapa pun bahwa Ia Mesias.
    21    Sejak waktu itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.
    22    Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia, katanya: ”Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau.”
    23    Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: ”Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.”

  • Senin, 2 Agustus 2010

    Posted on August 1st, 2010 admin No comments

    Yer 28:1-17
    Mzm 119:29,43,79-80,95,102
    Mat 14:13-21

    Nubuatan VS Lubuatan

    Dengarkanlah, hai Hananya! TUHAN tidak mengutus engkau, tetapi engkau telah membuat bangsa ini percaya kepada dusta.  -  Yer 28:15

    Ada seorang pemimpin sebuah kelompok pendalaman Alkitab yang mengatakan bahwa ia tidak akan mengundang lagi seorang pewarta tertentu karena setiap kali pewarta tersebut membawakan renungan selalu menyentil dan memarahi mereka.  Padahal mereka adalah orang-orang yang sibuk, dan baru saja pulang dari kantor dan masih capek fisik dan rohani.  Karena itu mereka berharap untuk mende-ngarkan pewartaan yang bisa menyegarkan mereka, bukannya yang menghardik mereka.

    Situasi ini tidak hanya terjadi di tempat ini, tetapi kita semua cenderung ingin mendengar apa yang kita inginkan.  Akibatnya kita tidak mengijinkan Allah mengatakan apa yang hendak Ia katakan.  Seorang nabi palsu ialah dia yang mengatakan apa yang ingin dide-ngar oleh orang banyak yang membuatnya berkompromi dengan perkataan Tuhan.

    Ketika mendengarkan seseorang yang menceritakan kelemahan-nya, seringkali gampang bagi saya untuk mengatakan tidak apa-apa, Tuhan mengerti dan selalu mengampuni.  Tetapi sulit sekali untuk mengatakan, kamu sudah menyakiti Tuhan, kamu harus bertobat.  Inilah situasi yang dihadapi oleh Nabi Yeremia dan Nabi Hananya.  Mungkin Hananya ingin menjadi popular dengan mengatakan apa yang ingin didengarkan oleh rakyat Israel.  Akibatnya ia tidak menyelami hati Tuhan dan nubuatannya menjadi suatu dusta yang tidak mendatangkan pertobatan, malahan bertambahnya hukuman.  Tetapi Yeremia memilih mengatakan apa yang ingin Tuhan katakan, sekali pun itu akan membuatnya tidak disukai orang banyak, tetapi akan menyukakan Tuhan.  (Pt)

    Apakah saya mau mendengarkan apa yang Tuhan katakan?
    Apakah saya menutup telinga kepada teguran orang akan cara hidup saya?

    ———

    1    Dalam tahun itu juga, pada permulaan pemerintahan Zedekia, raja Yehuda, dalam bulan yang kelima tahun yang keempat, berkatalah nabi Hananya bin Azur yang berasal dari Gibeon itu kepadaku di rumah TUHAN, di depan mata imam-imam dan seluruh rakyat:
    2    ”Beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel: Aku telah mematahkan kuk raja Babel itu.
    3    Dalam dua tahun ini Aku akan mengembalikan ke tempat ini segala perkakas rumah TUHAN yang telah diambil dari tempat ini oleh Nebukadnezar, raja Babel, dan yang diangkutnya ke Babel.
    4    Juga Yekhonya bin Yoyakim, raja Yehuda, beserta semua orang buangan dari Yehuda yang dibawa ke Babel akan Kukembalikan ke tempat ini, demikianlah firman TUHAN! Sungguh, Aku akan mematahkan kuk raja Babel itu!”
    5    Lalu berkatalah nabi Yeremia kepada nabi Hananya di depan mata imam-imam dan di depan mata seluruh rakyat yang berdiri di rumah TUHAN itu,
    6    kata nabi Yeremia: ”Amin! Moga-moga TUHAN berbuat demikian! Moga-moga TUHAN menepati perkataan-perkataan yang kaunubuatkan itu dengan dikembalikannya perkakas-perkakas rumah TUHAN dan semua orang buangan itu dari Babel ke tempat ini.
    7    Hanya, dengarkanlah hendaknya perkataan yang akan kukatakan ke telingamu dan ke telinga seluruh rakyat ini:
    8    Nabi-nabi yang ada sebelum aku dan sebelum engkau dari dahulu kala telah bernubuat kepada banyak negeri dan terhadap kerajaan-kerajaan yang besar tentang perang dan malapetaka dan penyakit sampar.
    9    Tetapi mengenai seorang nabi yang bernubuat tentang damai sejahtera, jika nubuat nabi itu digenapi, maka barulah ketahuan, bahwa nabi itu benar-benar diutus oleh TUHAN.”
    10    Kemudian nabi Hananya mengambil gandar itu dari pada tengkuk nabi Yeremia, lalu mematahkannya.
    11    Berkatalah Hananya di depan mata seluruh rakyat itu: ”Beginilah firman TUHAN: Dalam dua tahun ini begitu jugalah Aku akan mematahkan kuk Nebukadnezar, raja Babel itu, dari pada tengkuk segala bangsa!” Tetapi pergilah nabi Yeremia dari sana.
    12    Maka sesudah nabi Hananya mematahkan gandar dari pada tengkuk nabi Yeremia, datanglah firman TUHAN kepada Yeremia:
    13    ”Pergilah mengatakan kepada Hananya: Beginilah firman TUHAN: Engkau telah mematahkan gandar kayu, tetapi Aku akan membuat gandar besi sebagai gantinya!
    14    Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel: Kuk besi akan Kutaruh ke atas tengkuk segala bangsa ini, sehingga mereka takluk kepada Nebukadnezar, raja Babel; sungguh, mereka akan takluk kepadanya! Malahan binatang-binatang di padang telah Kuserahkan kepadanya.”
    15    Lalu berkatalah nabi Yeremia kepada nabi Hananya: ”Dengarkanlah, hai Hananya! TUHAN tidak mengutus engkau, tetapi engkau telah membuat bangsa ini percaya kepada dusta.
    16    Sebab itu beginilah firman TUHAN: Sesungguhnya, Aku menyuruh engkau pergi dari muka bumi. Tahun ini juga engkau akan mati, sebab engkau telah mengajak murtad terhadap TUHAN.”
    17    Maka matilah nabi Hananya dalam tahun itu juga, pada bulan yang ketujuh.

  • Rabu, 28 Juli 2010

    Posted on July 28th, 2010 admin No comments

    Yer 15:10,16-21
    Mzm 59:2-5a,10-11,17-18
    Mat 13:44-46

    Hidup Demi Kristus

    Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang… Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh
    miliknya lalu membeli ladang itu.  -  Mat 13: 44

    Beberapa bulan lalu, seorang suster Putri Karmel yang sedang mengunjungi kota saya menceritakan perjalanan hidupnya.  Ia kuliah di Indonesia, tapi kemudian pindah dan menetap di Amerika.  Karirnya sukses, meskipun awalnya ia hanya menjadi resepsionis.  Namun ketika berusia 39, ia merasakan panggilan Tuhan untuk hidup membiara.  Saat ini, sudah lima tahun ia menjadi suster dan meninggalkan semua yang dimiliki dan diraihnya demi cintanya pada Kristus.

    Kita mungkin tidak seperti suster tersebut yang dipanggil untuk membiara.  Tapi kita juga dipanggil untuk meninggalkan hal-hal duniawi yang hanya bersifat sementara untuk hal-hal yang bersifat kekal.  Atau lebih tepatnya, menggunakan hal-hal yang ada di dunia untuk kemuliaanNya.

    Perjalanan hidup saya sebagai orang awam berbeda dengan suster tadi, tapi ketika saya menyadari tujuan saya hidup di dunia ini, hidup saya dipenuhi kegiatan dan nilai-nilai rohani.  Saya meninggalkan banyak hal duniawi yang saya sukai demi berpusat pada Kristus, mengikuti ajaran dan perintahNya.  Bagi saya, Dia adalah segalanya.  Dia menjadi prioritas pertama dalam hidup saya.  (Alw)

    Apakah Kristus sudah menempati urutan pertama dalam hidup saya?

    ————-
    44    ”Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu.
    45    Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah.
    46    Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, ia pun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu.”

  • Jumat, 23 Juli 2010

    Posted on July 22nd, 2010 admin No comments

    Yer 3:14-17
    Mzm 32:10-12ab,13
    Mat 13:18-23

    Jadi ‘Benih di Tanah yang Baik’ yuk!!!

    karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh
    kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat.  -  Mat 13:23

    Saat masih kuliah, hari Rabu menjadi hari yang paling saya nanti.  Cukup aneh, karena bagi mahasiswa pastinya hari Sabtu atau Minggulah yang paling ditunggu.  Tapi bagi saya dan teman-teman yang tergabung di Persekutuan Doa, hari Rabu selalu menjadi hari yang menggembirakan.  Hanya di hari Rabulah kami semua dapat berkumpul bersama.  Dengan penuh sukacita, kami bersama mengangkut peralatan yang akan digunakan dan juga berlatih bernyanyi.  Bahkan rapat evaluasi menjadi saat yang menyenangkan karena hanya di hari Rabu itulah kami menyisihkan waktu di tengah kepadatan jadwal kuliah untuk berkumpul, memuji Tuhan, dan mendengarkan firman.

    Tapi secara pribadi, terkadang saya tidak terlalu merasa tersentuh oleh firman yang dibawakan setiap hari hari Rabu itu.  Ada saat dimana berkumpul dengan teman-teman persekutuan menjadi hal yang utama.  Apalagi saat firman diwartakan oleh orang yang menurut saya sangat membosankan, sudah pasti firman tersebut tak akan membekas di hati saya.  Tapi sekarang saya sadar seharusnya saya selalu mendengarkan firman yang diberikan saat persekutuan doa dan juga mencoba menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

    Seperti perumpamaan dalam Injil hari ini, saya ingin menjadi benih yang ditabur di tanah yang baik.  Saya tak ingin sekedar mendengar firman tapi lebih dari itu, saya ingin memahami setiap firman yang saya dengar lalu menerapkannya dalam setiap langkah kehidupan saya.  (Ve)

    Apakah saya selalu meresapi setiap firman Tuhan?

    ————

    18    Karena itu, dengarlah arti perumpamaan penabur itu.
    19    Kepada setiap orang yang mendengar firman tentang Kerajaan Sorga, tetapi tidak mengertinya, datanglah si jahat dan merampas yang ditaburkan dalam hati orang itu; itulah benih yang ditaburkan di pinggir jalan.
    20    Benih yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu ialah orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira.
    21    Tetapi ia tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, orang itu pun segera murtad.
    22    Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.
    23    Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat.”

  • Rabu, 21 Juli 2010

    Posted on July 21st, 2010 admin No comments

    Yer 1:1,4-10
    Mzm 71:1-4a,5-6ab,15ab,17
    Mat 13:1-9


    Penabur

    Sebagian jatuh di tanah yang baik lalu berbuah: ada yang seratus kali lipat,ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat.  -  Mat 13:8

    Ada orang yang tidak suka membaca firman dengan berbagai alasan, seperti sulit dimengerti, malas, membuat ngantuk, takut menjadi fanatik, dan lain sebagainya.  Padahal melalui firman itu kita mengenal karakter Tuhan dan semua rencana kasih Tuhan bagi kita.  Dengan banyak membaca firman, maka kita semakin mawas diri dan dapat menjadikannya sebagai pedoman hidup kita.  Kita juga dapat meneladani cara hidup Yesus dalam kehidupan kita sehari-hari.  Apapun yang kita lakukan dan kerjakan, hadirkan Yesus dalam setiap langkah kita, seperti ungkapan yang sering kita dengar “WWJD” (what would Jesus do).

    Dalam hukum tabur tuai, ada suatu proses yang harus kita lalui yaitu pertama-tama kita perlu menabur dulu.  Dan kita tidak dapat memaksakan diri untuk menuai hasil menurut cara dan waktu kita.  Jangan pernah lakukan itu kalau tidak mau menjadi kecewa.  Yang perlu kita lakukan adalah fokus dan kerjakan sesuai benih firman yang telah kita dengar dan biarlah Tuhan sendiri yang menentukan tuaian bagi kita.  Karena, semuanya adalah anugerah Tuhan.  (Sur)

    Apakah saya menuai dari apa yang saya tabur?

    —————-

    Pada hari itu keluarlah Yesus dari rumah itu dan duduk di tepi danau.
    2    Maka datanglah orang banyak berbondong-bondong lalu mengerumuni Dia, sehingga Ia naik ke perahu dan duduk di situ, sedangkan orang banyak semuanya berdiri di pantai.
    3    Dan Ia mengucapkan banyak hal dalam perumpamaan kepada mereka. Kata-Nya: ”Adalah seorang penabur keluar untuk menabur.
    4    Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis.
    5    Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itu pun segera tumbuh, karena tanahnya tipis.
    6    Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar.
    7    Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati.
    8    Dan sebagian jatuh di tanah yang baik lalu berbuah: ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat.
    9    Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!”

  • Selasa, 20 Juli 2010

    Posted on July 19th, 2010 admin No comments

    Mi 7:14-15,18-20
    Mzm 84:2-8
    Mat 12:46-50


    Menjadi Keluarga Yesus

    …siapa pun yang melakukan kehendak BapaKu di sorga, dialah saudaraKu laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku.  -  Mat 12:50

    Kata saudara dan ibu menjelaskan sebuah tali relasi yang tidak bisa dipilih oleh seseorang, tetapi sebuah garis yang dituliskan oleh Allah.  Saya tidak memilih untuk dilahirkan oleh ibu saya, dan saya tidak memilih seseorang untuk menjadi saudara kan-dung saya.  Dan kenyataan ini tidak bisa dibatalkan oleh apa pun juga, meskipun Anda pernah membaca pengumuman di koran dari seseorang yang menyatakan memutuskan hubungan darah dengan sanaknya sejak dimuatnya iklan itu.

    Hari ini Yesus memberikan cara bagi kita untuk menjadi dekat dengan Allah dan menjadi keluarganya, yaitu kalau kita melakukan kehendak Allah.  Tali ini lebih erat lagi dan juga akan terus demikian sampai kekal.  Ini tidak berarti bahwa keluarga daging kita lantas menjadi tidak sepenting keluarga rohani kita, tetapi justru kita harus berusaha lebih lagi agar keluarga daging kita juga bisa menjadi keluarga kita dalam rohani, dan keluarga da-ging kita juga menjadi pelaku kehendak Allah juga.

    Keluarga Yesus sendiri menjadi contoh bagi kita, karena bunda Maria merupakan teladan terbaik kita sebagai ibu yang mentaati dan percaya sepenuhnya pada Allah.  Saudara-saudara sepupu Yesus, yaitu Yakobus adalah pemimpin umat perdana di Yerusalem, Yudas adalah penulis Surat Yudas dalam Perjanjian Baru.  Keluarga kita, yang terdiri dari bapa, ibu dan anak-anak adalah merupakan satuan gereja yang terkecil.  Dimana ada keluarga yang menyembah Allah bersama-sama, di sanalah gereja.  (Pt)

    Sudahkah keluarga saya menyerupai keluarga yang ideal bagi Tuhan?
    Bagaimana untuk mencapainya?

    —————-

    46    Ketika Yesus masih berbicara dengan orang banyak itu, ibu-Nya dan saudara-saudara-Nya berdiri di luar dan berusaha menemui Dia.
    47    Maka seorang berkata kepada-Nya: ”Lihatlah, ibu-Mu dan saudara-saudara-Mu ada di luar dan berusaha menemui Engkau.”
    48    Tetapi jawab Yesus kepada orang yang menyampaikan berita itu kepada-Nya: ”Siapa ibu-Ku? Dan siapa saudara-saudara-Ku?”
    49    Lalu kata-Nya, sambil menunjuk ke arah murid-murid-Nya: ”Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku!
    50    Sebab siapa pun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku.”